“Jangan memandang kecilnya suatu kemaksiatan, tapi lihatlah kepada kebesaran zat yang engkau lakukan kemaksiatan terhadap-Nya.”

aku masih mengingatnya.

kukira telah tertelan rutinitasmu yang membayang

jadi,

kapan?

Ah, bodohnya…

itu tak boleh kutanyakan

tapi terlanjur terucap dengan segenap harap

Siapa yang memberimu harapan?

Tiba-tiba lidahku kelu dalam diam

Aku tidak memberimu harapan,

tetapi kepastian…

Tiba-tiba ada bahagia yang membuncah di dasar samudera

Hentikan!

Hentikan rona-rona semu itu

Aku tidak akan bergeming

Batas waktuku…

Masih,

dan akan tetap berlaku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: